Jabar Terkini: Pasar Rebo Ludes, Bocah Malang, dan Galian Maut
Sorajabar.com - Jawa Barat kembali diwarnai berbagai peristiwa penting dan mendebarkan sepanjang hari ini. Dari tragedi kemanusiaan yang mengguncang Sukabumi, kerugian besar akibat amukan si jago merah di Purwakarta, hingga keluhan masyarakat Bandung terkait infrastruktur yang membahayakan. Sorajabar.com merangkum insiden-insiden yang menarik perhatian dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Jabar.
Tragedi Sukabumi: Ibu Tiri Didampingi Psikolog Usai Dugaan Penganiayaan Bocah
Kasus meninggalnya bocah NS (12) di Sukabumi menyisakan luka mendalam dan memicu sorotan tajam. Sang ibu tiri, TR, yang diduga terlibat dalam penganiayaan, kini mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil atas permintaan kepolisian, mengingat tekanan publik yang begitu besar, terutama setelah kasus ini viral di media sosial.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyampaikan belasungkawa atas kepergian NS. Ia menekankan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan tim forensik untuk bisa memberikan kesimpulan pasti. "Kami mengucapkan belasungkawa dengan meninggalnya ananda NS. Saat ini kami mengawal bagaimana hasil pemeriksaan pihak polres dan tim forensik," ujar Agus.
Pendampingan psikologis bagi TR menjadi prioritas DP3A, terutama mengingat kondisi psikologisnya yang tertekan akibat derasnya pemberitaan dan spekulasi di media sosial. DP3A juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan bagi ibu kandung korban, L, yang berencana melaporkan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Meski demikian, Agus menegaskan bahwa ranah hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum (APH).
Terkait dugaan medis seperti infeksi paru-paru atau kelainan darah yang sempat beredar, DP3A juga menanti hasil forensik resmi. Agus mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi transparan dari pihak berwenang. Jika terbukti ada kekerasan, hal ini menjadi tamparan keras bagi DP3A dan mendorong upaya sosialisasi pencegahan kekerasan yang lebih masif hingga tingkat desa dan RT.
Aduan Warga Bandung: Galian Proyek Bikin Jalan Maut
Warga Bandung dibuat resah dan geram dengan proyek galian ducting atau kabel bawah tanah yang marak di beberapa ruas jalan. Proyek ini bukan hanya mengganggu lalu lintas, namun juga disinyalir menjadi pemicu sejumlah kecelakaan. Salah satu insiden yang viral di Instagram @sekitarbandungcom menunjukkan kemarahan warga setelah mengalami kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, segera menanggapi keluhan ini. Ia telah meminta PT Bandung Infra Investama (BII) dan Diskominfo Kota Bandung untuk segera menyerahkan lini masa atau timeline penyelesaian proyek. "Saya sekarang sedang memberikan tengat waktu kepada PT BII dan kepada Diskominfo untuk memberikan timeline waktu kepada saya. Bahwa ketika galian itu dimulai, maka selesainya kapan, ditutupnya kapan," tegas Farhan.
Timeline ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan ekspektasi bagi masyarakat. Selain itu, Farhan juga berjanji akan melakukan audit ulang terhadap aspek keselamatan proyek. Ia menduga ada kesalahan dalam penanganan pencegahan potensi kecelakaan di lapangan, meskipun desainnya terlihat bagus. Ketidakseragaman pengerjaan oleh kontraktor menjadi salah satu perhatian.
Nestapa Pedagang Pasar Rebo Purwakarta Usai Kebakaran Hebat
Amukan si jago merah menyisakan duka mendalam bagi para pedagang di Pasar Tradisional Pasar Rebo, Purwakarta. Kebakaran hebat telah meluluhlantakkan ratusan kios, mengubahnya menjadi abu dan arang. Stok dagangan yang baru saja ditambah menjelang Ramadan, kini tak bersisa. Kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Acep (52), seorang pedagang sembako, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan bagaimana dua kiosnya ludes dilahap api, dengan kerugian mencapai dua ratus juta rupiah. "Dua kios, semuanya habis. Kurang lebih dua ratus jutaan mah ada kerugiannya," ujar Acep dengan mata berkaca-kaca. Kini, ia dipusingkan dengan kewajiban membayar utang dagang dan rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya.
Meski demikian, Acep tetap berharap bisa kembali berdagang dan memohon bantuan pemerintah untuk relokasi kios agar ia dan pedagang lainnya bisa kembali menyambung hidup. Pengelola Pasar Rebo, Apip Anwar, memperkirakan lebih dari 200 unit kios, termasuk lapak kaki lima, terdampak kebakaran. Area belakang pasar yang didominasi gudang sembako, beras, dan ikan asin menjadi lokasi terparah.
Patroli Sahur di Bandung: Polisi Amankan Pemuda Bawa Parang
Kondisi keamanan di Kota Bandung tetap menjadi perhatian, terutama menjelang sahur selama bulan Ramadan. Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung kembali mengamankan sekelompok pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam. Sebanyak 17 pemuda diamankan di kawasan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, saat patroli rutin pada dini hari.
Dari kelompok tersebut, polisi menemukan dua bilah parang. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, melalui Kabag Ops Asep Saepudin, menjelaskan bahwa penindakan ini bermula saat anggota mendapati sekelompok pemuda yang berusaha melarikan diri ketika dihampiri. "Hasilnya, 17 orang berhasil diamankan," kata Asep.
Seluruh pemuda, yang sebagian besar berstatus pelajar, bersama sejumlah alumni dan satu pekerja, dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif mereka berkumpul dan membawa senjata tajam pada dini hari. Asep mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka dan menegaskan tidak akan menoleransi aktivitas yang mengganggu kamtibmas, seperti balapan liar, perang sarung, atau sahur on the road tanpa koordinasi jelas.
Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com
.jpg)
Posting Komentar