x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal

Sorajabar.com - Kabar mengejutkan datang dari Kota Cimahi, di mana puluhan siswa dari jenjang TK hingga SMP, bersama seorang guru, mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden yang terjadi pada Rabu (25/2/2026) ini sontak menimbulkan kekhawatiran serius akan kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan untuk anak-anak sekolah.

Jumlah korban terus bertambah, dengan total 42 siswa dan satu guru tercatat sebagai penderita. Mereka segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat. Sebanyak 32 siswa dan seorang guru mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cibabat, lima siswa di RS Mitra Kasih, dan lima siswa lainnya di RS Dustira. Berita baiknya, sebagian besar korban dilaporkan mulai menunjukkan kondisi membaik dan telah diizinkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan massal ini terdiri dari onigiri atau nasi kepal, telur rebus, kurma, apel, dan susu UHT. Hidangan tersebut diterima oleh pihak sekolah pada Rabu pagi dari Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Karangmekar 02, yang berlokasi di Jalan Moh. K. Wiganda Sasmita, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah.

Investigasi Mendalam Dimulai

Sebagai langkah responsif, operasional SPPG Karangmekar 02 kini telah dihentikan sementara. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi proses pemeriksaan menyeluruh yang akan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Koordinator Wilayah SPPG Kota Cimahi, Hanif Abdul Rafi, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. "Ini kejadian pertama di Cimahi ya, pastinya jadi pelajaran buat kami," ujar Hanif pada Kamis (26/2/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait pengolahan, pengawasan, dan teknis distribusi makanan.

Penyebab pasti keracunan ini masih menjadi misteri. Hanif belum bisa memastikan apakah insiden ini dipicu oleh kesalahan selama proses produksi di SPPG atau karena kualitas bahan baku yang tidak memenuhi standar. "Buat onigiri sebetulnya di sini baru pertama kali, SPPG lain mungkin sudah ada. Sebenarnya untuk onigiri mungkin ada kendala sampai seperti ini," jelasnya, mengindikasikan bahwa menu onigiri mungkin menjadi faktor baru yang perlu diperhatikan.

Menariknya, selama bulan Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan SPPG di seluruh daerah untuk menyediakan jenis makanan yang lebih tahan lama. Hanif menjelaskan, "Untuk pengolahan sesuai SE itu selama Ramadan, sebetulnya disarankan dibuat itu makanan yang tahan lama karena ini Ramadan. Dari kami SPPG ya harapannya dimakan setelah buka puasa." Pernyataan ini menunjukkan bahwa mungkin ada kesenjangan antara pedoman yang diberikan dengan praktik di lapangan, atau ada faktor lain yang luput dari perhatian.

Menanti Hasil Laboratorium dan Tindak Lanjut

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga tidak tinggal diam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji sampel menu MBG yang telah dibawa ke Labkesda Jawa Barat pada Rabu malam. "Soal penyebab pasti makanan yang memicu keracunan masih harus menunggu hasil uji laboratorium. Saat ini hasilnya masih belum (keluar)," kata Mulyati.

Mulyati telah meninjau langsung lokasi SPPG Karangmekar 02, yang diketahui telah beroperasi sejak November 2025. Ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar kesehatan lingkungan dan pengolahan makanan. "Dinkes ada SOP kaitan dalam inspeksi kesehatan lingkungan, kemudian cara pengolahan makanan, dan yang paling penting kebersihan lingkungan. Dan itu yang kita cek hari ini," tambahnya. Rencananya, BGN juga akan melakukan inspeksi mendalam ke fasilitas tersebut, sekaligus memantau kondisi para pasien di rumah sakit.

Insiden keracunan massal ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, mulai dari produsen makanan hingga pihak sekolah dan pengawas, untuk senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan kebersihan pangan. Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif mulia untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi, namun tanpa pengawasan ketat, risiko seperti ini bisa terulang. Kita semua berharap hasil uji laboratorium segera keluar untuk memberikan kejelasan dan memastikan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif dapat diterapkan di masa mendatang.

Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal
  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal
  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal
  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal
  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal
  • Geger! 43 Siswa-Guru Cimahi Keracunan Makanan Massal

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW