x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara

Sorajabar.com - Kota Bandung, megapolitan yang dinamis, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan Sampah. Untuk mengatasi gunungan sampah 1.500 ton setiap hari, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah). Namun, program ambisius ini ternyata tak berjalan mulus. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, baru-baru ini mengungkapkan bahwa program Gaslah sepi peminat setelah resmi diluncurkan akhir Januari 2026. Sebuah pengakuan yang tentu saja mengejutkan banyak pihak.

Pengakuan tersebut disampaikan Farhan saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Di sana, ia mendengar langsung keluhan dari pengurus RW setempat. "Tadi ada satu orang ketua RW di RW 06 yang mengeluhkan justru warganya teh partisipasi dan pemberdayaannya kurang. Bahkan warganya tidak ada yang mau jadi petugas Gaslah," ungkap Farhan pada Jumat, (27/2/2026). Pernyataan ini membuka mata kita terhadap realitas di lapangan: Program Pemerintah, tak peduli seberapa baik niatnya, belum tentu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

Mengapa Program Gaslah Kurang Diminati Warga Lokal?

Pertanyaan besar muncul: Mengapa warga lokal enggan menjadi bagian dari solusi vital ini? Apakah karena kurangnya sosialisasi, insentif yang belum menarik, atau stigma terhadap pekerjaan mengelola sampah? Wali Kota Farhan sendiri mengakui perlunya pendekatan yang lebih mendalam untuk memahami akar permasalahan ini. Ini bukan hanya tentang merekrut petugas, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan partisipasi kolektif dari masyarakat. Tanpa dukungan dan keterlibatan aktif warga, target mulia program Gaslah untuk mengolah 40 ton sampah rumah tangga per hari dari total 1.500 ton yang dihasilkan Bandung akan sulit tercapai.

Menyikapi permasalahan tersebut, Farhan tidak tinggal diam. Sebagai langkah strategis, ia telah memfasilitasi warga dari kelurahan lain untuk menjadi petugas Gaslah di wilayah yang kekurangan personel. "Jadi kita ingin melakukan pendekatan untuk melihat sebetulnya, jangan-jangan selama ini program pemerintah memang tidak terlalu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi," tambahnya, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan.

Strategi Jitu Wali Kota Farhan: "Transfer Kombinasi" Demi Bandung Bersih

Program Gaslah digagas sebagai tulang punggung penanganan masalah sampah di Kota Bandung. Dengan merekrut 1.596 petugas, targetnya adalah mampu mengolah sampah rumah tangga hingga 40 ton per hari, sebuah angka yang signifikan untuk mengurangi beban TPA. Meski ada kendala di Kebon Gedang, Farhan optimis. "Tapi pada dasarnya yang bagus di sini, satu, Gaslah-nya sudah full, Alhamdulillah. Jadi RW 06 walaupun warganya tidak mau jadi Gaslah, tapi kita transfer kombinasi," jelasnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan partisipasi warga lokal ada, solusi "transfer kombinasi" berhasil mengisi kekosongan.

Pencapaian program ini bervariasi di tiap wilayah. Jika di Kebon Gedang masih perlu peningkatan, di Kelurahan Maleer program Gaslah justru menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Bahkan, tempat pengolahan sampahnya di RW 12 Maleer terlihat melebihi kapasitas, sebuah indikasi keberhasilan yang patut dicontoh. Perbedaan ini memberikan pelajaran berharga bahwa implementasi program harus adaptif dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Masa Depan Pengelolaan Sampah Bandung: Penambahan Fasilitas dan Kawasan Bebas Sampah

Melihat keberhasilan di beberapa tempat dan potensi masalah kapasitas, Wali Kota Farhan berencana untuk menambah area pengolahan sampah di beberapa RW. Apalagi, kelurahan yang ia kunjungi saat ini, Kebon Gedang, termasuk dalam kategori Kawasan Bebas Sampah (KBS). "Jadi kita akan buka fasilitas pengolahan sampah baru. Kita akan lihat nanti seberapa besar sebetulnya kapasitasnya. Saya akan tinjau lagi yang kedua kali nanti di sini," pungkas Farhan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkot Bandung untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program pengelolaan sampah agar lebih efektif.

Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program Gaslah dan masa depan Bandung yang bersih. Sudah saatnya kita semua menyadari bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Dari mulai memilah sampah di rumah, hingga mendukung program-program lingkungan yang ada, setiap langkah kecil akan membawa dampak besar. Mari bersama-sama wujudkan Bandung yang bersih, sehat, dan lestari.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara
  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara
  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara
  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara
  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara
  • Gaslah Sepi Peminat Wali Kota Bandung Buka Suara

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW