Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita

Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita

Sorajabar.com - Fenomena Artificial Intelligence (AI) kini tak lagi sekadar bualan di film fiksi ilmiah, melainkan telah merambah ke berbagai sendi kehidupan, termasuk dunia jurnalistik yang dinamis. Dari ruang redaksi internasional hingga ke meja editor di Indonesia, kehadiran AI memicu perdebatan sengit: sejauh mana teknologi ini layak digunakan dalam produksi berita?

AI: Asisten Administratif, Bukan Pengganti Nurani

Catur Ratna Wulandari, pegiat media sekaligus Editor in Chief Digital Mama, berbagi pengalamannya memanfaatkan AI. Baginya, AI layaknya asisten pribadi yang cekatan untuk urusan administratif. "Untuk urusan administratif seperti membuat surat-menyurat, terutama istilah yang kurang kami pahami, biasanya saya bertanya ke ChatGPT. Termasuk untuk membuat MoU atau membantu pekerjaan keuangan seperti tabel dan lembar kerja Excel," ujar Ratna dalam Forum Bincang & Diskusi Artificial Intelligence di Kota Bandung, Rabu (11/2/2026).

Sensitivitas Kisah Manusia yang Tak Terganti

Namun, Ratna dengan tegas menarik garis merah. AI, menurutnya, tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan manusia dalam kerja jurnalistik, terutama saat menukil kisah yang membutuhkan kedalaman emosi dan pengalaman langsung. "Untuk mencatat kisah perempuan, itu tidak bisa sepenuhnya diceritakan oleh ChatGPT. AI bisa menjelaskan kasus seseorang terjerat pinjaman online, tetapi tidak bisa menggambarkan pengalaman batin korban. Mau tidak mau kita harus turun langsung dan berbincang," tegasnya. Ratna menambahkan, media yang berfokus pada anak dan perempuan harus ekstra hati-hati, memastikan penggunaan AI untuk hal positif dan tidak menyentuh ranah redaksional yang sensitif.

Keterbatasan AI di Lapangan: Hanya Merangkum Data, Bukan Menyaksikan

Jurnalis Rio Tuasikal juga memiliki pandangan serupa mengenai keterbatasan AI di lapangan. Ia mencontohkan pengalamannya menelusuri kasus Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi. "Saya bertanya ke ChatGPT soal kejadian itu. Jawabannya menyebut Affan tertabrak dan terlindas kendaraan Brimob," ungkap Rio.

Rio melanjutkan, saat ia meminta AI untuk merangkum kejadian berdasarkan saksi, polisi, dan keluarga korban, jawaban yang diberikan AI cenderung merujuk pada pernyataan resmi kepolisian dan konferensi pers. "Saya tanya lagi, apakah AI melihat langsung kejadian itu? Tentu tidak. Sistem AI hanya merangkum dan menginformasikan dari sumber yang ada," jelasnya. Pengalaman ini membuktikan, AI tak memiliki 'mata' di lapangan dan sepenuhnya bergantung pada data yang telah tersedia.

AI untuk Pendukung, Bukan Produsen Berita

Pemimpin Redaksi detikJabar, Baban Gandapurnama, mengakui sempat merasakan keresahan atas kehadiran AI pada 2023-2024. Namun, ia kemudian menyiasatinya. "Saya menyiasati penggunaan AI di ruang redaksi dengan memanfaatkan fitur di Gemini atau AI Studio," tuturnya.

Baban menegaskan, AI tidak digunakan untuk memproduksi berita inti, melainkan sebagai alat pendukung. Misalnya, untuk membuat infografis atau komik ilustratif dengan karakter Indonesia yang aman dan tidak menampilkan wajah tertentu. "Intinya bagaimana memainkan prompt agar hasilnya sesuai," kata Baban. Penggunaan AI, baginya, terbatas pada kebutuhan dasar seperti koreksi kesalahan ketik atau visualisasi data, bukan untuk menghasilkan konten berita secara penuh. Semua itu ia lakukan dengan versi gratis, menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang bijak tak selalu memerlukan investasi besar.

Dari berbagai sudut pandang para pegiat media, terlihat jelas bahwa AI adalah alat bantu yang kuat, namun dengan batasan etika dan fungsionalitas yang harus dipahami. Ia mampu mengoptimalkan efisiensi, tetapi takkan pernah bisa menggantikan nurani, empati, dan kehadiran langsung jurnalis di tengah masyarakat. Ini menjadi pengingat penting bagi para jurnalis dan pembaca di era digital ini. Ikuti terus berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita
  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita
  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita
  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita
  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita
  • Bikin Heboh! Jurnalis Ungkap Batasan AI dalam Berita

Posting Komentar