x
Game Controller
SEASON 5
BATTLE
PASS OPEN!
JOIN NOW ▶

Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total

Sorajabar.com - Isu krisis Sampah di Bandung Raya kembali memanas, menjadi bayangan gelap yang mengancam keberlanjutan Lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti, yang selama ini menjadi tulang punggung pembuangan sampah bagi empat kota/kabupaten di Bandung Raya, diprediksi akan mencapai kapasitas penuhnya pada tahun 2027. Sebuah prediksi yang bukan hanya sekadar angka, melainkan alarm bahaya yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera dari semua pihak.

Sarimukti di Ambang Batas: Sebuah Ancaman Nyata

Sejak awal dirancang, TPPAS Sarimukti memang bukanlah solusi permanen. Namun, waktu seolah berjalan lebih cepat dari kesiapan kita untuk menyediakan infrastruktur pengganti yang memadai. Setiap hari, gunung sampah terus bertambah, membebani Sarimukti hingga ke titik puncaknya. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, tak henti-hentinya mengingatkan akan kondisi kritis ini.

"TPPAS Sarimukti itu awalnya kan sementara. Sekarang hanya bisa menampung sampah dari empat kab kota sebanyak 1.830 ton per hari," jelas Iswara pada Selasa (24/2/2026). Angka ini menunjukkan betapa besarnya volume sampah yang harus ditangani setiap harinya, dengan sebagian besar, sekitar 1.300 ton, berasal dari Kota Bandung saja. Sisanya dibagi antara Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

Sistem pembuangan yang masih mengandalkan metode open dumping semakin mempercepat proses kejenuhan lahan. Sarimukti sejatinya sudah dianggap mencapai batas maksimal sejak tahun 2025. Meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berupaya menambah luas lahan dari 39,4 hektare menjadi 45,4 hektare, perluasan ini hanyalah 'napas buatan' yang diperkirakan hanya mampu memperpanjang operasional hingga tahun 2027. Ini bukan solusi jangka panjang, melainkan penundaan masalah yang lebih besar.

Jeda Dua Tahun Tanpa Solusi: Akankah Kita Hadapi Darurat Lingkungan?

Kondisi semakin pelik ketika melihat proyeksi solusi jangka panjang, TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung, yang belum juga menunjukkan tanda-tanda kesiapan beroperasi dalam waktu dekat. Fasilitas modern yang digadang-gadang ini baru ditargetkan berjalan pada tahun 2029. Artinya, ada potensi jeda waktu penanganan sampah selama dua tahun, antara 2027 hingga 2029, ketika Sarimukti sudah tak lagi mampu menampung beban harian.

"Ini masih menjadi bahan diskusi kami dengan Pak Gubernur untuk mencari solusi menghadapi masa 2027 sampai 2029. Ada jeda waktu yang harus kita antisipasi," tegas Iswara. Kekosongan solusi selama dua tahun ini adalah periode yang sangat rawan memicu darurat lingkungan, mulai dari pencemaran tanah dan air, hingga ancaman kesehatan masyarakat yang tak terhindarkan.

Secercah Harapan dari Kolaborasi Energi dan Perubahan Pola Pikir

Di tengah kegelisahan, secercah harapan muncul dari rencana kerja sama pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Iswara menyebutkan bahwa proses menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber listrik mulai menunjukkan titik terang.

  • Surat dari Kementerian ESDM telah diterima, menandakan kemajuan signifikan.
  • Rencananya, pada tanggal 10 Maret 2026, akan ada penandatanganan perjanjian jual beli listrik dengan PLN.

Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, mengubah sampah dari masalah menjadi potensi energi. Namun, Iswara menekankan bahwa solusi teknis saja tidak akan cukup. Kunci utama terletak pada perubahan pola pikir masyarakat. Edukasi masif harus digalakkan untuk mendorong:

  • Pengurangan sampah anorganik dari sumbernya.
  • Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
  • Penguatan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah dipandang sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi.

"Kita harus melihat sampah bukan sesuatu yang hanya kotor dan menjijikkan, tapi sesuatu yang punya nilai ekonomi," ujarnya. Pesan ini harus menjadi pegangan bagi setiap individu, keluarga, dan komunitas di Bandung Raya.

Masa depan pengelolaan sampah di Bandung Raya menuntut kolaborasi multi-pihak, dari pemerintah, swasta, hingga peran aktif masyarakat. Tanpa upaya kolektif, ancaman krisis sampah bukan lagi sekadar prediksi, melainkan realita pahit yang harus dihadapi. Mari bersama-sama wujudkan Bandung Raya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ikuti terus Berita terbaru Jawa Barat hanya di Sorajabar.com

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total
  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total
  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total
  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total
  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total
  • Alarm Merah Krisis Sampah Bandung Raya Sarimukti Bakal Penuh Total

Posting Komentar

x
Leaf Organic Serum
100% VEGAN

Pure
Nature
Glow

Revitalize your skin with organic essence.

SHOP NOW
X
LEARN DESIGN • MASTER CODE • BE CREATIVE • LEARN DESIGN • MASTER CODE •
Creative
LEVEL
UP!

Unlock your potential with premium online courses.

JOIN NOW
×
Movie
Ad Sponsored
Unlimited Movies & TV
Watch anywhere. Cancel anytime.
WATCH NOW