Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi

Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi


Trusmi, Cirebon, punya cara unik memikat hati. Di sini, bukan hanya lidah yang dimanjakan kelezatan kuliner, tapi juga kenangan yang dihidupkan kembali dengan hadirnya delman di tengah keramaian.

Saat Senja Berubah Jadi Pesta Kuliner di Trusmi

Saat mentari mulai bersembunyi, denyut kehidupan di Pusat Jajanan Kuliner Trusmi, Kabupaten Cirebon, justru semakin terasa. Aroma menggoda aneka jajanan, dari gorengan hangat hingga sate yang berasap, berpadu dengan sejuknya angin sore, menciptakan suasana yang meriah di lokasi yang dulunya tempat relokasi PKL. Kini, tempat ini menjadi primadona wisata malam.

Di tengah sorotan lampu dan obrolan pengunjung, suara gemerincing lonceng kecil terdengar, menandakan kedatangan ikon khas Trusmi: delman berhias lampu warna-warni, diiringi alunan musik yang menemani langkah kaki kuda. Delman di sini bukan sekadar alat transportasi, tapi juga membawa serta nostalgia masa lalu.

Delman: Lebih dari Sekadar Pengobat Rindu

Kehadiran delman di Trusmi seolah membawa kita kembali ke masa lalu. Bagi sebagian pengunjung, menaiki delman adalah cara untuk mengenang masa kecil atau momen indah bersama keluarga. Sementara bagi yang lain, terutama anak-anak, ini adalah pengalaman baru yang menyenangkan, mengingat delman kini jarang ditemukan di perkotaan.

"Naik delman ini mengingatkan saya pada masa kecil dulu, sering diajak kakek keliling kampung," ujar Rina, seorang pengunjung asal Jakarta yang sengaja datang untuk merasakan suasana malam di Trusmi. "Anak saya juga senang sekali, baru pertama kali naik delman."

Kisah Ardi, Kusir Delman yang Menghidupi Hobi

Bagi Ardi (32), seorang kusir delman, delman bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan juga hobi yang menghasilkan rezeki. Pria yang memiliki tiga ekor kuda ini mengaku awalnya hanya gemar merawat kuda. Namun, siapa sangka, hobinya itu kini menjadi sumber penghasilan.

"Dulu cuma hobi saja, merawat kuda," kata Ardi sambil mengelus lembut salah satu kudanya. "Tapi lama-lama, alhamdulillah, bisa jadi tambahan penghasilan buat keluarga."

Sejak Pusat Jajanan Kuliner Trusmi menjadi ramai dikunjungi saat sore hingga malam, Ardi dan delmannya menjadi bagian penting dari wisata malam di kawasan Batik Trusmi. Dengan tarif yang bersahabat, pengunjung bisa menikmati berkeliling area kuliner sambil menikmati indahnya suasana malam yang tertata rapi.

Delman: Ikon Wisata Malam yang Dikemas Apik

Delman di Trusmi bukan hanya alat transportasi tradisional biasa. Pemerintah daerah setempat membatasi jumlah delman yang beroperasi setiap hari, hanya 10 unit, demi menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan pengunjung.

Para kusir delman mulai beroperasi sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang malam, membawa pengunjung, terutama anak-anak, dalam petualangan singkat yang penuh keceriaan. Ardi menambahkan lampu-lampu hias pada delmannya agar anak-anak semakin tertarik. Alunan musik, mulai dari lagu anak-anak hingga dangdut koplo, juga menambah semarak suasana.

"Delman saya kasih lampu-lampu, biar anak-anak senang," ujar Ardi sambil tersenyum. "Musik juga saya pasang, lagu anak-anak atau dangdut koplo kadang, tergantung penumpangnya."

Ardi bisa mengantongi sekitar Rp100 ribu setiap malam. Jumlah yang mungkin tak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Baginya, delman adalah hobi yang ingin terus ia lestarikan.

"Sekarang enak, jalurnya jelas, delman bisa jalan dengan lancar, pengunjung juga lebih nyaman. Kami para kusir juga lebih mudah mengatur jalannya kuda," imbuhnya.

Pengunjung Terpukau: Trusmi Tawarkan Paket Wisata Malam Lengkap

Sinta (34), seorang ibu muda asal Kecamatan Palimanan, mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena penasaran dengan Trusmi yang viral di media sosial. Baginya, Trusmi adalah paket lengkap untuk menikmati wisata malam.

"Awalnya lihat di media sosial, ramai banget. Ternyata seru beneran," kata Sinta. "Bisa jajan, bisa ajak anak main, ada playground, motor listrik, sampai delman keliling. Sekarang nyari delman kan susah."

Sinta mengaku senang bisa mengajak anaknya merasakan pengalaman naik delman. Ia pun mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama anaknya yang sedang duduk manis di atas delman.

Trusmi: Ruang Publik Baru yang Berdaya Saing

Pusat Jajanan Kuliner Trusmi kini bukan sekadar tempat makan. Kawasan ini telah bertransformasi menjadi ruang publik baru yang memadukan kuliner, hiburan, dan nostalgia dalam satu lokasi. Kehadiran delman menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan Trusmi dari tempat wisata kuliner lainnya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon menjadikan penataan kawasan wisata Batik Trusmi sebagai salah satu prioritas. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing. Keberadaan delman yang tertata rapi menjadi salah satu indikator keberhasilan penataan tersebut.

Cirebon: Kota Hangat dengan Kisah yang Tak Pernah Usai

Saat malam tiba, kehidupan di Trusmi justru baru saja dimulai. Di tengah ramainya suara tawar-menawar pedagang, alunan musik dari speaker delman, dan aroma kuliner yang menggoda, Cirebon menampilkan sisi terbaiknya: kota yang hangat, hidup, dan penuh cerita di balik setiap roda delman yang berputar. Delman, dengan segala romantismenya, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota ini, membawa pengunjung dalam perjalanan menyusuri sejarah dan budaya yang kaya. Keberadaan delman di tengah modernitas, khususnya di pusat kuliner yang ramai, menjadi simbol harmoni antara tradisi dan perkembangan zaman, menjadikan Trusmi sebagai destinasi wisata yang unik dan berkesan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi
  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi
  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi
  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi
  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi
  • Menyusuri Romantisme Delman di Tengah Ramainya Kuliner Trusmi

Posting Komentar